Tugas ISD ke 10
Prasangka
Prasangka adalah suatu dugaan yang belum terjadi dan masih berupa opini dan dapat digolongkan menjadi dua kategori. Yaitu:
-Prasangka positif : Prasangka positif adalah dugaan terhadap suatu hal yang belum terjadi dan masih berupa opini yang bersifat positif.
Contoh :
-Ketika kita ingin pergi ke suatu tempat tetapi turun hujan dan kita
berfikir mungkin hari esok lebih baik untuk pergi.
-Ketika kita ketinggalan angkutan umum dan berfikir pasti akan datang angkutan umum lain yang mungkin lebih cepat.
-Prasangka negatif : Prasangka negatif adalag dugaan terhadap suatu hal yang belum terjadi dan masih berupa opini yang bersifat negatif.
Contoh :
-Kita menuduh seseorang telah mencuri barang kita.
-Kita menuduh seseorang telah mencontek tugas kita.
Diskriminasi
Diskriminasi adalah suatu tindakan yang tidak adil yang ditujukan terhadap suatu individu atau suatu kelompok tertentu yang disebabkan oleh suatu faktor. Diskriminasi selalu bersifat negatif dan selalu terdapat pihak yang dirugikan.
Contoh:
-Hukuman ringan terhadap pelaku tabrakan yang menewaskan beberapa orang dan hukuman berat untuk pelaku yang hanya mencuri kayu dikarenakan adanya perbedaan status sosial yang sangat jauh diantar keduanya.
-Adanya perbedaan keringanan penerimaan seleksi suatu institusi bagi yang mempunyai keluarga atau kenalan di institusi tersebut dan tidak mempunyai kenalan.
Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.
Sebab-sebab Munculnya Etnosentrisme di Indonesia :
Salah satu faktor yang mendasar yang menjadi penyebab munculnya etnosentrisme di Bangsa ini adalah budaya politik masyarakat yang cenderung tradisional dan tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional –dan juga ikatan-ikatan primordial- masih cenderung menguasai masyarakat kita. Masyarakat kita terlibat dalam dunia politik dalam kerangka kepentingan mereka yang masih mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. Aspek kognitif dan partisipatif masih jauh dari masyarakat kita.
Contoh:
-Perilaku carok dalam masyarakat Madura. Menurut Latief Wiyata, carok adalah tindakan atau upaya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki apabila harga dirinya merasa terusik. Secara sepintas, konsep carok dianggap sebagai perilaku yang brutal dan tidak masuk akal. Hal itu terjadi apabila konsep carok dinilai dengan pandangan kebudayaan kelompok masyarakat lain yang beranggapan bahwa menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan dianggap tidak masuk akal dan tidak manusiawi. Namun, bagi masyarakat Madura, harga diri merupakan konsep yang sakral dan harus selalu dijunjung tinggi dalam masyarakat. Oleh karena itu, terjadi perbedaan penafsiran mengenai masalah carok antara masyarakat Madura dan kelompok masyarakat lainnya karena tidak adanya pemahaman atas konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok tersebut dalam masyarakat Madura. Contoh etnosentrisme dalam menilai secara negatif konteks sosial budaya terjadinya perilaku carok dalam masyarakat Madura tersebut telah banyak ditentang oleh para ahli ilmu sosial.
-kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, memakai koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga pedalaman papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap sebagai suatu kebanggaan.
Diskriminasi di Indonesia
Meski Indonesia telah 68 tahun merdeka dan era reformasi telah terlewati tetapi teap saja masih ada kesus-kasus diskriminasi terjadi. Diskirminasi atau kekerasan yang terjadi dilatarbelakangi oleh beberapa hal seperti agama, suku atau ras, jender, tingkat sosial dalam masyarakat, dan lain-lain.
Dari banyaknya kasus diskriminasi yang terjadi, dsikriminasi yang paling sering terjadi yaitu dengan latar belakang agama seperti kasus diskriminasi di Ambon, Maluku. Konflik Maluku menjadi kasus diskriminasi yang berlatar belakang agama dengan korban meninggal 8.000 sampai 9000 orang. 29.00 rumah, 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung kebakaran. Kasus ini berlangsung selama 4 tahun berturut-turut.
Selain Maluku, kasus diskriminasi di Sampit juga tak kalah luar biasa. Diskriminasi di Samipit ini dilatarbelakangi oleh kasus etnis. Yaitu antara etnis Dayak dan Madura dengan rentan waktu 10 hari. Jumlah koban meninggal 469 orang meninggal dunia dan 108.000 mengungsi.
Kasus kekerasan di Lampung Selatan telah menimbulkan 14 orang meninggal dunia dan 1.700 mengungsi.
Cara menanganinya :
Kita sesama muslim merupakan saudara. Maka dari itu, perbaikilah hubungan di antara kita semua Janganlah saling merendahkan/mengejek/mengolokolok terhadap sesama muslim Selalu berprasangka baik terhadap sesama muslim Jangan memanggil nama teman dengan panggilan yang tidak disukai oleh teman Jangan membuka aib orang Jangan saling menggunjing Jangan saling mencari kejelekan-kejelekan orang lain Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.
Tugas ISD ke 9
1. Pranata Sosial
Pranata Sosial atau yang biasa disebut Lembaga Sosial adalah
suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada
aktivitas-aktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat.
Pranata sosial berasal dari bahasa asing social institutions, itulah sebabnya
ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan,
di antaranya adalah Soerjono Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai
himpunan norma dari berbagai tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok
di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan
kumpulan norma (sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan
pokok masyarakat.
2. Pranata Sosial Menurut Koentjaraningrat
Lembaga sosial atau pranata sosial adalah suatu sistem tata
kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas khusus dalam
kehidupan masyarakat. Pengertian ini menekankan pada sistem tata kelakukan atau
norma-norma untuk memenuhi kebutuhan (dalam buku Pengantar Sosiologi).
Menurut Koentjaraningrat, pranata sosial memiliki delapan
macam tujuan, yaitu:
1.Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan sosial dan
kekrabatan, yang disebut kinship atau domestic institutions. Contohnya
perkawinan, tunangan, tolong menolong antarkekerabatan, poligami, perceraian,
dan sebagainya.
2.Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk
mata pencaharian hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusikan harta benda
atau economic institutions. Contohnya pertanian, perikanan, koperasi, dan
macam-macam perdagangan.
3.Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan
pendidikan manusia atau educational institutions. Contohnya pendidikan
masyarakat, tk, sd, smp, sma, perguruan tinggi, tempat-tempat kursus, dan
tempat-tempat pelatihan lainya.
4.Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah
manusia atau scientific institutions. Contohnya berbagai metode ilmiah dan
pendidikan ilmiah lainya.
5.Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia
untuk menyatakan rasa keindahandan rekreasi atau aesthetic and recreational
institutions. Contohnya seni suara, seni rupa, seni gerak, seni lukis, dan seni
sastra.
6.Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
manusia untuk berhubungan dengan tuhan atau religius institutions. Contohnya
do’a.
7.Pranata sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara atau politic
institutional. Contohnya pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepolisian, dan
sebagainya.
8.Pranata yang mengurus kebutuhan jasmani manusia atau
spmatic institutionals. Contohnya pemeliharaan kecantikan, kesehatan, dan
kedokteran.
Tugas ISD ke 8
A.Pengertian Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki
kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.Kelompok diciptakan
oleh anggota kelompok. Kelompok juga dapat memengaruhi perilaku para
anggotanya.Secara sosiologis pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan
orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan
dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Disamping itu terdapat beberapa
definisi dari para ahli mengenai kelompok sosial.
Menurut Josep S Roucek dan Roland S Warrenkelompok sosial
adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang diantara
mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para
anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
1.Paguyuban (gemeinschaft)
Paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang
anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan
kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban:
Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota
Hubungan antar anggota bersifat informal
Tipe paguyuban
-Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)
Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk
berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas
yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang.
Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.
-Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)
Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan
lokalitas. Contoh: Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT(Rukun
Tetangga), dan selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga).
Contoh: Rukun Tetangga, Rukun Warga.
-Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)
Contoh: Partai politik berdasarkan agama
2.Patembayan (gesellschaft)
Patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang
anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang
pendek. Ciri-ciri kelompok patembayan:
-Hubungan antaranggota bersifat formal
-Memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
-Memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
-Lebih didasarkan pada kenyataan sosial
Contoh: Ikatan antara pedagang, organiasi dalam suatu pabrik
atau industri.
B.Pengertian Kerumunan (Crowd)
Kerumunan adalah kumpulan orang yang tidak teratur, terjadi
secara spontan. Kerumunan merupakan suatu kelompok sosial bersifat sementara.
Kerumunan segera berakhir, setelah orang-orang bubar. Ukuran utama adanya
kerumunan, yaitu kehadiran orang-orang secara fisik. Kerumunan tersebut tidak
terorganisasikan. Ia dapat mempunyai pimpinan dan tidak mempunyai sistem
pembagian kerja. Identitas sosial seseorang biasanya tenggelam kalau orang yang
bersangkutan ikut serta dalam kerumunan.
1.Kerumunan Aktif
Jika ada kegelisahan dan ketegangan tertentu maka menjadi
suatu dorongan subur untuk bangkitnya kerumunan aktif. Tidak adanya organisasi,
pembagian kerja dan aturan-aturan tertentu dalam suatu kerumunan, maka
dampaknya banyak sekali berakibat negatif / merusak. Kerumunan tidak rasional,
yang ada hanyalah luapan emosi, tidak puas, kemarahan dan kejengkelan.
2.Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum
- Kerumunan yang bertindak emosionil (Acting Mobs)
Bertujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan
mempergunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-noram yang berlaku
dalam masyarakat. Biasanya kumpulan orang-orang tersebut bergerak karena
merasakan bahwa hak-hak mereka diinjak-injak atau karena tidak adanya keadilan.
- –Kerumunan yang bersifat immoral (Immoral Crowds)
Hampir sama dengan kelompok ekspresif tetapi bedanya bahwa
yang pertama bertentangan dengan norma-norma dalam masyarakat. Contohnya:
Orang-orang yang berkerumun untuk meminum-minuman keras, berjudi, atau
menyabung ayam.
TUGAS ISD KE 7
1. Berikan makna individu, keluarga dan masyrakat.
2. apa yang di maksud dngan masyarakat industri dan
masyrakat non industri
3. apa yang di maksud dengan masyrakat majemuk
4. mengapa masyrakat desa cenderung melakukan
urbanisasi.
1. Makna individu, keluarga dan masyrakat
a. Individu
“Individu” berasal dari kata latin. “Individuum”
artinya “yang tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah
seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku
spesifik dirinya.
Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia
yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam
dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa,
rasio, dan rukun.
b. Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga
terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan
serta mempertahankan suatu kebudayaan.
c. Masyrakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi
terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang
berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar
dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat
adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat
adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup
bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok
manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran,
perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut,
manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara
utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada:
masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan
masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap masyarakat industridan pasca-industri sebagai
kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur
politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat
band, suku, chiefdom, dan masyarakatnegara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas,
yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari
kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan
kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap
anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan
bersama.
2. Masyrakat industri dan masyrakat non industri
a. Masyrakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja
sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf
perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf
klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang
berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 :
190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda
bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan
saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal
pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok
masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan
kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang
secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang
bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat
bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin
berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama.
Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul
kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan
memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada
batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
b. Masyrakat non industri
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok
nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi
dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder
(secondary group).
(a) Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota
terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota
kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat,
lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan
dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada
kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik
beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar
rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain
:keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain
sebagainya.
(b) Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling
hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen
yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok
di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian
tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi.
Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang
telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati.
Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat
kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari
pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal
(formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok
tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok
tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh
Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku
pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai
pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu
sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi
hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi
(W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial,
perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang
memiliki anggota kelompok tidak resmi.
3. Masyarakat majemuk
Dr. Nasikun mengemukakan masyarakat majemuk adalah
suatu masyarakat dalam mana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan
sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para
anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu
keseluruhan, kurang memiliki homogenitas atau bahkan kurang memiliki
dasar-dasar untuk memahami satu sama lain
Furnival mengemukakan bahwa masyarakat majemuk
merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang
secara kultural dan ekonomi terpisah –pisah serta memiliki struktur kelembagaan
yang berbeda-beda satu sama lainnya.
4. Alasan masyrakat desa cenderung melakukan
urbanisasi
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Jika dikelompokkan berdasarkan tempat tinggalnya masyarakat dapat dibagi
menjadi 2 yaitu masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.
·
Masyarakat kota adalah sekumpulan orang yang hidup dan bersosialisasi di
daerah yang mungkin bisa dikatakan lebih maju dan lebih modern dan mudah untuk mendapatkan
suatu hal yang dicita-citakan. Karena masyarakat kota memiliki tingkat
kegengsian yang sangat tinggi sehingga sulit untuk menemukan rasa solidaritas
yang tinggi maka dari itu masyarakat kota lebih cenderung individualis, serta
tingkat pemikiran, pergaulan dan pekerjaan yang hampir dapat dipastikan berbeda
dengan masyarakat di desa.
·
Masyarakat desa adalah sekumpulan orang yang hidup dan bersosialisasi di
daerah yang memiliki keadaan yang sangat berbeda dengan masyarakat kota.
Karena desa adalah kebalikan dari kota,
tingkat solidaritas yang masih sangat tinggi, serta tingkat kegengsian yang
sedikit, serta tingkat kekeluargaan yang masih ada, pergaulan, pemikiran, serta
pekerjaan yang berbeda dengan kota. Jika dibandingkan antara perkotaan dan
pedesaan di tinjau dari segi pembangunan serta fasilitas-fasilitas umum jelas
sekali terdapat perbedaan. Diperkotaan fasilitas seperti sekolah, rumah sakit,
lokasi hiburan sangat banyak dan mudah di temui, sedangakan di pedesaan
fasilitas-fasilitas tersebut sangat terbatas. Ketimpangan inilah yang menjadi
penyebab tingginya tingkat perpindahan penduduk dari desa ke kota alias
urbanisasi menunjukan adanya ketimpangan pembangunan yang telah terjadi di
Indonesia. Hampir setiap tahunnya Indonesia selalu dihadapkan dengan
permasalahan kebiasaan mudik. Hal ini menunjukan banyak masyarakat dari desa
yang meninggalkan tempat asalnya menuju kota-besar. Bahkan, menurut catatan
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), ada sekitar satu
juta orang. Fenomena ini dinamakan sebagai dampak perkembangan megacities
Langganan:
Postingan (Atom)