MANUSIA DAN PENDERITAAN





PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.



SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.

Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.

PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN
Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.

Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.

HUBUNGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.

Pengalaman

         Saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman saya ketika saya mencoba mengikuti suatu seleksi penerimaan calon perwira atau seleksi AKMIL. Tepatnya pada bulan April 2015 saya mencoba mengikuti seleksi penerimaan calon perwira. Pada awalnya peserta tes harus mengikuti seleksi berkas administrasi, kebetulan saya mengikuti tes yang berada di Kodam Jaya dari sekian banyak tempat seleksi lainnya yang terletak di berbagai provinsi di Indonesia. Jangan diremehkan, seleksi berkas administrasi ini paling banyak memakan korban atau membuat gugur calon peserta yang ingin mencoba mendaftar karena seleksinya sangat amat ketat dan harus sangat lengkap surat-surat yang diminta agar dapat lulus tes ini. Jujur saya sendiri sampe bolak balik 4 kali ke tempat seleksi administrasi ini karena banyak dokumen yang tidak lengkap. Kemudian di seleksi administrasi ini juga terdapat seleksi tinggi dan berat badan, yang mengharuskan tinggi badan 165 cm. Ketika saya cek di klinik tinggi saya 173cm tapi ketika dicek disitu tinggi saya berubah jadi 167cm sempat panik juga saya tapi untung masih lolos, Seleksi administrasi sukses membuat gugur sekitar 1000 peserta dari 2000 peserta yang mendaftar di Kodam Jaya.
        Setelah lolos seleksi administrasi saya dibuat menunggu cukup lama sekitar 2 sampe 3 minggu untuk menunggu diadakannya tes kesehatan 1. Lalu ketika tiba hari kesehatan 1 kami dibagi menjadi 9 kelompok kalo tidak salah. Dan saya juga lupa dapat kelompok yang keberapa, kemudian kami dites kesehatan yang meliputi mata,fisik, gigi, amandel, telinga, dan juga darah, kemudian setelah selesai tes kira-kira jam 12 siang kami disuruh menunggu di gor untuk mendengar hasil siapa yang tidak lolos dan siapa yang lolos. Kemudian saya menunggu cukup lama sampai akhirnya sekitar jam 7 atau 8 malam pengumuman pun dibacakan dan saya lolos tes kesehatan 1. Tes ini membuat gugur sekitar 100 sampe 200 orang yang menyisakan sekitar 800 orang yang lolos ketahap selanjutnya. Dan kemudian diumumkan juga bahwa tes fisik langsung dilaksanakan keesokan hari jam 6 pagi, saat itu juga diberi tahu bahwa berenang harus menggunakan celana renang. Sementara saya tidak mempunyai celana renang saat itu, jadi terpaksa sepulang menunggu pengumuman saya langsung mencari toko olahraga yang masih buka untuk membeli celana renang tersebut.
       Keesokan harinya tes fisik pun dimulai dan saya pun agak terlambat sedikit tapi ada juga yang terlambat selain saya. Tes fisik yang pertama adalah lari 12 menit, tapi pertama-tama kita disuruh pemanasan terlebih dahulu dan diukur tensinya. Kemudian dimulailah tes fisik itu dan saya mendapatkan 6 putaran lapangan yang satu putarannya itu 400m, jadi kira-kira saya mendapatkan jarak tempuh 2.400m saat itu. Kemudian tes fisik selanjutnya adalah pull up, saya berhasil mendapat 9 dan kemudian push up 46 dan sit up 40. Setelah itu kami disuruh keruangan tes postur tubuh dimana disana kita dicek tubuhnya apakah ada cacat, bungkuk, atau miring, serta kaki x atau o, saya juga kurang tau penilaiannya bagaimana. kemudia setelah itu saya langsung disuruh ke lokasi renang di brigif untuk melakukan tes renang, saya lupa waktu itu renangnya 25 atau 50 m tapi waktu renang saya adala 24 detik dengan menggunakan gaya bebas. Kemudian kami disuruh balik ke Kodam Jaya untuk menunggu pengumuman. Disitu saya menunggu sangat lama sampai jam setengah 12 malam. Dan kemudian akhirnya pengumuman dan 400 orang dinyatakan gugur, banyak juga teman saya yang gugur disini, dan tinggal tersisa sekitar 400 peserta.
    Kemudian besoknya kami melakukan tes mental ideologi tertulis dimana disitu kita disuruh menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang dasar negara dan bagaimana kita menyikapinya atau masalah masalah negara saat ini dan pengetahuan dasar kita tentang Indonesia, disini tidak ada yang gugur karena tes ini berlanjut ke tahap wawancara mental ideologi dimana di wawancara tersebut kita kembali ditanya tentang jawaban tentang jawaban mental ideologi tertulis yang kita jawab di tes sebelumnya, disini yang mewawancara kita adalah dari pihak intel langsung, dia menanyakan pertanyaan yang sangat banyak sekitar 2 jam saya diwawancara olehnya, pertanyaannya pun sangat beragam mulai dari kehidupan kita sampai pengetahuan kita tentang Indonesia. Kemudian kami disuruh menunggu pengumuman sekitar jam 7 malam lalu tes ini membuat korban sekitar 10 sampai 20 orang saja, dan ini juga satu satunya tes yang tidak memakan korban dari salah satu teman saya.
   Kemudian saya dibuat menunggu agak lama sampai tes berikutnya yaitu psikotes, dan ketika pelaksanaan psikotes saya benar-benar kaget karena soal psikotesnya sangat amat banyak mungkin ribuan dan itu berlangsung selama 7 jam tanpa istirahat hanya boleh ke kamar kecil sama minum saja. Beruntung saya sudah sarapan hari itu kalau tidak saya tidak tahu nasib saya bagaimana, dan kemudian ketika pengumuman setengah dari peserta menjadi korban, disitu hampir semua teman saya gugur.
    Kemudian setelah itu adalah tes kesehatan ke 2, disitu lebih fokus ke semua penyakit dalam dan lebih ke organ-organ dalam tidak seperti kesehatan ke 1 yang hanya mengecek bagian-bagian luar tubuh. Disitu gugur sekitar 20 sampai 30 orangan.
    Kemudian kami disuruh datang untuk gladiresik sebelum acara terakhir yaitu pantukhir daerah di Kodam Jaya dilaksanakan, di gladiresik tersebut kami diajarkan baris berbaris dan apa saja yang harus dilakukan ketika sidang Pantukhir Daerah dilaksanakan, kemudian keesokan harinya adalah sidang pantukhir daerah yang sangat menentukan, jika berhasil lolos sidang tersebut kami akan dikirim ke Magelang untuk mengikuti tes Pantukhir pusat dan memulai persaingan melawan seluruh Indonesia, total peserta seluruh Indonesia yang daftar tahun itu sekitar 33 ribuan. Sementara yang diterima hanya 240 untuk angkatan darat, 150 untuk angkatan laut, dan 90 untuk angkatan udara dan saya kebetulan ingin masuk yang angkatan udara. dan ketika sidang Pantukhir Daerah dilaksanakan tersisa 100 orang yang berhasil lolos dari Kodam Jaya sementara saya gugur disana, mungkin itu saja pengalaman saya tentang Seleksi Penerimaan AKMIL yang saya ikuti, mohon maaf jika ada salah kata, terimakasih

Manusia dan Keindahan

Manusia
 
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.

Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

Keindahan 

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" [1] adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""

Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος, hōraios, kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."

Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang."

Hubungan Manusia dengan keindahan

adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.

Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.

Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia  merasakan nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.

Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.

kesimpulannya:
keindahan adalahh sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya, dan manusia adalah seorang yang menikmati keindahan tersebut
hubungan manusia dengan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
jadi manusia dengan keindahan itu saling bersangkutan.

Contoh Hubungan Manusia dengan Keindahan 

- Manusia mengecat rumahnya agar terlihat lebih indah
- Manusia membeli pakaian baru agar terlihat lebih cantik dan indah
- Manusia memelihara tanaman agar suasana lingkungan tempat mereka tingal lebih indah












Tugas ISD ke 14

Contoh kerukunan beragama di Indonesia

Masjid Gereja di Solo

Sejak 60 tahun lalu, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah di Solo berdiri berdampingan dan hanya terpisahkan oleh satu dinding saja. Gereja dan masjid ini bahkan juga memiliki alamat yang sama yaitu Jalan Gatot Subroto 222, Kampung Joyodiningratan, Kratonan, Serengan, Solo.
Masjid Gereja di Solo [Image Source]
Masjid Gereja di Solo [Image Source]
Keharmonisan dan kerukukan telah hidup dan terjada sejak dahulu, hingga meskipun pengurus masjid dan gereja telah berganti-ganti, dua tempat beribadah ini masih tetap kokoh hingga sekarang. Bukan hanya bangunannya saja yang berdampingan, untuk mewujudkan kerukunan ini, kedua tempat beribadah menunjukkan toleransinya. Misalnya, jika kebaktian hari Minggu bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, maka kebaktian pagi akan ditiadakan untuk menghormati umat muslim yang menjalankan shalat Ied. Sebaliknya, jika perayaan natal berlangsung, maka urusan parkir juga dibantu oleh pemuda masjid.

Tanggapan  :

Kerukunan umat beragama adalah suatu hal yang harus dilaksanakan dan diterapkan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Kerukunan umat beragama banyak sudah terjadi di Indonesia salah satu contohnya adalah seperti artikel diatas.

Masih banyak contoh kasus-kasus perang agama antar satu agama dengan agama lain. Seharusnya kita sebagai umat yang beragama bisa saling mernghormati agama lain karena tidak ada agama yang mengajarkan suatu kekerasan.

Kita bisa mencontoh kehidupan rukun antar agama satu dengan agama lain dengan melihat artikel dan bisa mempraktekkannya sendiri, karena sudah sepantasnya kita umat beragama saling menghormati satu sama lain.

Tugas ISD ke 13

Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Tolikara hanyalah satu dari sekian banyak kasus kekerasan dan diskriminasi yang mengendap di Papua. Tidak hanya Tolikara, selama ini kasus kekerasan yang seringkali berpangkal pada persoalan diskriminasi di Papua tidak pernah terselesaikan dengan tuntas. Kasus-kasus yang ada dibiarkan menguap bahkan sepi dari pemberitaan media.

"Kasus Tolikara hanya satu bagian dari sejumlah kekerasan yang terjadi di Papua. Pemerintah perlu segera memberikan penanganan yang komprehensif berbasis perlindungan dan pemenuhan hak konstitusi di Papua," kata Ketua Komnas Perempuan, Azriana, melalui siaran pers yang dikirimkan Komnas Perempuan kepada CNN Indonesia, Kamis (23/7).


Pada 17 Juli lalu, sebuah insiden kekerasan terjadi di Tolikara. Umat muslim yang hendak melakukan solat Idul Fitri didatangi sejumlah orang yang meminta agar kegiatan ibadah itu dihentikan menyusul terbitnya dari Dewan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Tolikara, Papua.

GIDI meminta agar umat islam untuk tidak mengerahkan dan mengundang massa dalam jumlah besar karena pada 13 hingga 19 Juli 2015 GIDI memiliki agenda seminar wilayah tersebut.


Kekerasan di Tolikara mengakibatkan terbakarnya sebuah mesjid, sejumlah pertokoan dan rumah. Seorang anak meninggal akibat penembakan dan sebelas orang mengalami luka-luka. Menurut catatan Komnas Perempuan, kekerasan di Tolikara bukan baru kali ini terjadi.  

Tanggapan  :


Kita sesama muslim merupakan saudara. Maka dari itu, perbaikilah hubungan di antara kita semua Janganlah saling merendahkan/mengejek/mengolokolok terhadap sesama muslim Selalu berprasangka baik terhadap sesama muslim Jangan memanggil nama teman dengan panggilan yang tidak disukai oleh teman Jangan membuka aib orang Jangan saling menggunjing Jangan saling mencari kejelekan-kejelekan orang lain Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

Tugas ISD Ke 12

Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah  definisi secara umum tentang sesuatu yang berguna untuk dipelajari dan dipahami agar dapat menguasai suatu bidang tertentu yang berguna untuk melakukan sesuatu dalam bidang yang dispesifikasikan lagi.
Ilmu pengetahuan dibagi menjadi beberapa jenis contohnya : 
      1. Ilmu pasti (matematika)
      2. Ilmu perbintangan (astronomi)
      3. Ilmu alam (fisika)
      4. Ilmu kimia
      5. Ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
6. Fisika sosial (sosiologi


Teknologi

Teknologi adalah suatu sarana yang dibuat oleh manusia untuk mempermudah pekerjaan manusia atau untuk membuat hidup lebih praktis. Teknologi terus berkembang dan akan terus berkembang selamanya dalam berbagai bidang teknologi yang ada, karena manusia membutuhkan perubahan secara terus menerus ke arah yang lebih baik dan menginginkan kehidupan yang makin canggih dan lebih praktis dan simple.
Contoh beberapa jenis teknologi :

1. Teknologi Konservasi
Suatu teknologi yang membantu manusia menyesuaikan diri dengan alam bertahan hidup di macam-macam lingkungan

Contoh: Irigasi
Kerugian irigasi; dalam pembuatannya memerlukan biaya yang besar
Keuntungan irigasi; pengairan lahan pertanian di setiap daerah mulai terstruktur dan tercapaikan panen yang optimal
2. Teknologi perbaikan
Suatu teknologi yang memungkinkan manusia memenuhi kebutuhan dibatas kemampuan alamiah
Contoh: rekayasa genetika
Kerugian rekayasa genetika; hilangnya identitas asli hewan dan tumbuhan
Keuntungan rekayasa genetika; digunakan pada mikroorganisme membantu dalam penciptaan obat-obatan baru
3. Teknologi implikasi
Suatu teknologi yang bertujuan untuk membantu dan inplementasi teknologi teknologi lain
Contoh: Komputer
Kerugian komputer; kerusakan mata menjadi minus bila dipakai terlalu lama
Keuntungan komputer; dapat menjadi media menyimpanan data dan dibaca kembali untuk diolah kembali
4. Teknologi Destruktif
Suatu teknologi yang dirancang dengan tujuan utama untuk dihancurkan
Contoh: Nuklir
Kerugian nuklir; radiasinya yang berbahaya
Keuntungan nuklir; menghasilkan energi dalam jumlah yang besar
5. Teknologi Konpensatoris
Suatu teknologi yang digunakan untuk membantu menangani dampak teknologi dalam kehidupan manusia
Contoh: Ruang Mati
Kerugian ruang mati; orang didalamnya akan kekurangan oksigen
Keuntungan ruang mati; menghemat penggunaan listrik

Kemiskinan 

Kemiskinan adalah suatu kekurangan manusia terhadap sesuatu kebutuhan tertentu, kemiskinan bukan hanya dalam materi tapi ada berbagai macam jenis kemiskinan yang ada.
Beberapa contoh kemiskinan:

1. Kemiskinan ilmu pengetahuan
2. Kemiskinan materi
3. kemiskinan beragama
4. kemiskinan sopan santun

Manfaat teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia

Manfaat teknologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia ada bermacam-macam. 
Berikut adalah beberapa contoh manfaat teknologi dalam kehidupan masyarakat di Indonesia :

1. Untuk membantu penyembuhan kesehatan karena banyak alat-alat kedokteran sekarang yang 
sudah berkembang pesat sehingga bisa mempermudah proses penyembuhan.
2. Untuk produksi pangan agar lebih bisa mendapatkan kualitas yang bagus dengan waktu yang lebih  efisien.

3. Sebagai alat transportasi yang memudahkan masyarakat Indonesia dalam bepergian.

Tugas ISD ke 11



Definisi Agama
Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat kudus” dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama. Agama tidak harus melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural, tetapi agama tidak dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi, ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini terlihat bahwa sesuatu dapat disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang melibatkan dua ciri tersebut.
Sedangkan menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya. Dalam kamus sosiologi, pengertian agama ada 3 macam yaitu:
1.    Kepercayaan pada hal-hal yang spiritual
2.    Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri
3.    Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural

 Ruang Lingkup Agama
Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a.   Hubungan manusia dengan tuhannya
Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri manusia kepada tuhannya.

b.   Hubungan manusia dengan manusia
Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan tolong-menolong terhadap sesama manusia.

c.  Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.
Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia dapat melanjutkan kehidupannya.

Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat   dipecahakan   secara   empiris   karena   adanya   keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan   fungsinya   sehingga   masyarakat   merasa   sejahtera, aman, dan stabil. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
a.  Fungsi edukatif.
     Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.

b.  Fungsi penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.

c.  Fungsi pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :

    Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
    Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.
    

d.  Fungsi memupuk Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.

    Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalisme, komunisme, dan sosialisme.
    Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
    Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama

e.  Fungsi transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan  menurut   Thomas   F.O’Dea  menuliskan   enam  fungsi agama dan masyarakat yaitu:
     1.      Sebagai pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
     2.      Sarana hubungan  transendental  melalui  pemujaan dan upacara keagamaan.
     3.      Penguat norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
     4.      Pengoreksi fungsi yang sudah ada.
     5.      Pemberi identitas diri.
     6.      Pendewasaan agama.
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan
masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi
pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam
mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai  agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma  atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.

Solusi Agar Masyarakat Desa  Tidak Melakukan Urbanisasi ke Kota
1.      Membuat Sarana dan Prasarana di pedesaan yang setara dengan di kota
2.      Membuat transportasi yang ada di desa setara dengan di kota
3.      Membuat banyak lapangan pekerjaan di desa agar masyarakat desa tidak ke kota untuk mencari pekerjaan
4.      Melakukan penyuluhan agar masyarakat desa tahu potensi di desa yang bisa dikembangkan dan digali.